My Pervert Husband Chapter 18 A – JiYoo19 (D.OneDeer19)

Untitleda-1

My Pervert Husband Chapter 18 A

Author : JiYoo19

Genre : Romance, Drama, Comedy *maybe*, lil bit Angst, Marriage Live, School Live

Cast : – Xi Luhan – Park Hyunjo

Leight : Chapter

WARNING : PG20!

My Pervert Husband : Bagi Hyunjo, hal terburuk di hidupnya adalah berhadapan dengan Xi Luhan, seniornya yang luar biasa keren dan populer,menjadi korban pem-bully-annya tiada henti dan menyandang status sebagai gadis paling sial di sekolahnya.

Itu buruk.

Tapi itu semua masih tidak lebih buruk ketika Hyunjo membuaka mata, menemukan Xi Luhan tertidur di sebelahnya TANPA MENGENAKAN PAKAIAN dan memeluk tubuhnya, sementara itu ketika ia melirik tubuhnya sendiri, Hyunjo menemukan dirinya hanya mengenakan sebuah lingerie tipis berwarna putih dalam keadaan tidak terpasang sempurna. Tapi seakan itu semua belum menambah keterkejutannya, matanya membelalak makin lebar ketika mendapati sebuah cincin tersangkut di jari manisnya.

Oh tidak…

Apa yang sudah terjadi?

“KYAAAAA!!!! XI LUHAN!!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKUUUUU!!!!!”

***

Part 1  part 2 part 3 part4 part5A part5B part6 part7 part8A part8B part9 part10 part11 part12 part13 part14 part15 part16 part17

***

 

SAAT ini ada banyak spekulasi yang bergelantungan di kepala Hyunjo. Ia sendiri tidak mengerti apakah ini spekulasinya mengenai penjelas guru Bong tentang sistem rangka pada mamalia ataukah tentang sikap Lu Han yang semakin aneh akhir-akhir ini.

Selama ini Hyunjo selalu memercayai firasatnya—dan ia tidak pernah memercayai firasat buruknya lebih dari ini. Ia merasa setengah sinting dan setengah panik di waktu yang hampir bersamaan—ia bahkan sangat  terguncang dengan hal yang entah apa namanya.

Pikirannya kacau. Dan ia berani bertaruh, ini jauh lebih memusingkan dibandingkan memecahkan persoalan Trigonometri sederhana.

Ji Yoon yang duduk di bangku depan melirik ke arahnya dan mengerutkan dahi. Alisnya setengah naik dan mimik wajahnya seolah-olah berkata ‘kau diare ya?

Hyunjo mendengus dan kembali fokus pada penjelasan guru Bong. Berpura-pura sibuk mencatat—atau sebut saja mencoret-coret catatannya.

Pentas seni akan diadakan besok dan Hyunjo yakin Lu Han tidak akan memiliki jam istirahat yang cukup hingga hari itu tiba. Lagi-lagi ini membuatnya cemas. Entah mengapa segala hal yang berhubungan dengan Lu Han bisa membuatnya cemas dengan kadar yang sangat mengkhawatirkan akhir-akhir ini.

Hyunjo bahkan masih mengingat runtutan kejadian dimana Lu Han berteriak dan menangis di bahunya. Hari itu mereka memutuskan untuk bolos sekolah, Lu Han membawa Hyun Jo mengunjungi rumah lamanya dan bertemu dengan pengasuh Lu Han saat ia masih anak-anak.

Saat itu Lu Han sangat sentimentil, mereka menghabiskan hari dengan ngobrol dan berbaring di dalam kamar hingga dini hari. Namun entah mengapa, Hyunjo merasa akan ada yang terjadi. Sesuatu seperti berusaha pergi darinya.

Wanita itu memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam.

Semoga saja ini tidak seperti yang ada di dalam pikirannya.

“—Park Hyunjo-ssi, kau mendengarku?”

Suara guru Bong yang lantang menyadarkan Hyunjo dari lamunannya, gadis itu tersentak dan buru-buru mengangkat kepalanya. Dia bisa melihat guru Bong berdiri di sisi mejanya dan menatap Hyunjo dengan ekspresi yang tidak terbaca.

“A-ah y-ya—maksudku tidak, aku…” Hyunjo tergagap di bangkunya, semua mata tertuju padanya dan mulai saling berbisik satu sama lain. Hyunjo mulai panik, dia khawatir sesuatu yang buruk telah terjadi selama dirinya melamun.

“Tuan Im Jae Boom dari anggota Dewan Siswa mencarimu,”

Hyunjo kembali terdiam, dari tempat duduknya dia bisa melihat seorang pemuda yang membawa setumpuk map sedang berdiri di depan pintu kelasnya. Sekali lagi, ini di luar ekspektasinya, dia bahkan tidak tahu siapa itu Im Jae Boom dan apa keperluannya untuk menemui Hyunjo.

Hyunjo berdiri denga ragu-ragu, dia melangkah menuju pintu kelas setelah sebelumnya meminta izin pada guru Bong. Pria bernama Im Jae Boom itu tersenyum tipis dan mengucapkan ‘Halo’ dengan nada yang sangat sopan dan menyenangkan. Sangat mencerminkan jika dirinya berasal dari Dewan Siswa.

Mereka berjalan bersisihan di koridor. Hyunjo tidak tahu kemana tujuan mereka saat ini karena ia hanya mengikuti Im Jae Boom pergi.

“Aku tahu kau mungkin merasa heran saat aku mencarimu, Park Hyunjo-ssi. Dan aku yakin kau mungkin penasaran dengan alasanku untuk mencarimu,” Im Jae Boom tersenyum datar. Itu bukan jenis senyum yang menyenangkan atau senyuman yang sama buruknya seperti senyuman guru Song, tapi entah mengapa Hyunjo bisa merasakan ada yang salah dengan senyuman pemuda ini.

Hyunjo tersenyum kikuk, “Sejujurnya ya, dan aku tahu kau mungkin bisa menebaknya dengan baik dari raut wajahku,”

Hyunjo sangat buruk dalam mengolah kata-katanya dan semua orang tahu hal itu. Selera humornya juga sangat jelek dan hampir setiap kata-kata yang keluar darinya adalah kata-kata klise.

Sekali lagi, Im Jae Boom kembali tersenyum datar. Dan Hyunjo merasa dirinya tidak akan baik-baik saja setelah ini. Dia yakin itu.

“Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu,”

“…bertanya?”

“Ya,”

Pemuda itu menghentikan langkahnya di depan ruang Sekretariat Dewan Siswa, ia berbalik dan menatap Hyunjo tepat di matanya.

“Aku hanya berharap kau akan menjawabnya dengan jujur, Park Hyunjo-ssi,”

Hyunjo merasakan napasnya terhenti saat Im Jae Boom menatapnya tajam, seolah-olah tatapan itu bisa menembus hingga ke dalam jiwanya. Dia hanya diam dan menatap pemuda itu kikuk, dia tidak bicara atau merespon ucapan pemuda itu kecuali sibuk menenangkan dirinya sendiri.

“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Lu Han?”

 

œMy Pervert Husband!

 

 

“Aku hanya penasaran bagaimana rasanya berada dalam posisimu sekarang,”

Kim Jun Myeon menyandarkan punggungnya di koridor principal dan menatap Lu Han yang berdiri di hadapannya dengan tatapan meremehkan.

Mereka sepakat untuk bertemu siang ini dan Jun Myeon mengabari Lu Han untuk menemuinya di gedung principal. Di luar dugaannya, pemuda itu datang jauh lebih awal. Dan seperti yang telah Kim Jun Myeon harapkan sebelumnya, keadaan Lu Han benar-benar berada di titik paling dasar. Dia kelihatan tertekan dan berantakan. Bahkan meski Lu Han berusaha menutupi semua itu dengan ekspresi dinginnya, Kim Jun Myeon bisa dengan mudah menangkap kegelisahan itu di sudut mata Lu Han.

Lu Han tidak menjawab kata-kata Jun Myeon, pemuda itu hanya diam dan menatap orang yang berdiri di hadapannya ini dengan pandangan datar. Tangannya telah terkepal di sisi tubuhnya, berusaha menahan dirinya di saat Jun Myeon berusaha menginjak harga dirinya.

“Kau tahu, sekarang aku mungkin berpikir bahwa aku harus melepaskan predikatku sebagai  pria brengsek karena ku pikir kau terlihat berpuluh-puluh kali lebih pantas mendapatkan predikat itu,”

Jun Myeon tertawa mendengar kata-kata sarkastis itu dari Lu Han. Pemuda itu terlihat menikmatinya seolah-olah Lu Han hanya mengatakan sebuah lelucon bodoh yang tidak penting.

“Dan terus terang saja, aku merasa sangat bersyukur karena pada akhirnya kau akan menyerah pada keadaan,”

Lu Han tersenyum miris. Sekarang dia tahu jika Jun Myeon bukan hanya seorang pria brengsek.

Kim Jun Myeon benar-benar seorang bajingan kotor.

“Ku harap kau tidak melupakan kesepakatan kita,” Lu Han mendekati Jun Myeon, dengan gerakan cepat meraih kerah bajunya dan meninju tembok di sisi wajah Jun Myeon.

“Lepaskan Park Hyunjo,”

Kim Jun Myeon hanya menatap Lu Han datar, tidak bergeming dan dengan cepat menyingkirkan tangan pemuda itu darinya.

“Tentu,”

Lu Han merasa sangsi dengan kata-kata Jun Myeon. Dia bahkan tidak bisa menemukan sebuah keyakinan dari mata pemuda itu. Satu-satunya hal yang membuatnya khawatir adalah keadaan Hyunjo. Dia merasa takut jika wanita itu akan terseret dalam masalah ini. Lu Han mengetahui hal itu dengan baik dan dia bisa membayangkan betapa Hyunjo akan terluka karenanya.

Dia telah memikirkan hal ini beratus-ratus kali dan segalanya menjadi semakin buruk setiap kali laki-laki itu berusaha berpikir. Tapi Lu Han mengerti bahwa hal ini adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan wanita itu.

Jika Hyunjo dikeluarkan dari sekolah ini, maka semuanya sudah berakhir. Wanita itu tidak akan bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang manapun dan reputasinya akan hancur berkeping-keping. Itu adalah hal terburuk yang mungkin akan terjadi, tapi hal lainnya yang kerap kali membuat Lu Han risau adalah hal yang akan Hyunjo terima setelah ia dikeluarkan.

Orang-orang itu akan melukai Hyunjo.

Dia tidak hanya akan kehilangan pendidikannya, tapi orang-orang di sekitarnya   akan mengkucilkannya. Mereka akan melabeli Hyunjo dengan sebutan pelacur atau wanita gila yang kehilangan otaknya.

Namun jika Lu Han memutuskan untuk pergi dan mengakhiri segalanya di sini, maka segalanya tidak akan berakhir seburuk yang ia bayangkan.

Hyunjo mungkin akan terluka akan kepergiannya, tapi setidaknya dia tidak akan menghancurkan kehidupan wanita itu. Ia akan tetap memiliki kehidupannya yang normal dan meraih segala impiannya.

Dan Lu Han akan pergi sejauh mungkin untuk membawa semua penderitaan itu di balik punggungnya.

“Aku menghargai hal itu,”

Lu Han tersenyum miris. Dia tahu pasti seburuk apa ekspresi wajahnya saat ini.

Pemuda itu mengeluarkan berkas-berkas dari ranselnya dan menyerahkan berkas itu pada Jun Myeon.

“Untuk yang terakhir kalinya, aku berharap kau bisa menyelesaikan hal ini dengan baik,”

Jun Myeon menatap berkas-berkas yang Lu Han berikan padanya. Dia tahu berkas apa itu.

Sebuah berkas pengunduran diri.

Pemuda itu meninggalkan Jun Myeon di koridor principal seorang diri.

“Apa kali ini aku akan mendapatkan ucapan terimakasih?” Jun Myeon setengah berteriak saat mengatakan hal itu.

Lu Han hanya tersenyum lirih dan menoleh menatap Kim Jun Myeon yang berada di balik punggungnya.

“Tidak untuk saat ini, Kim Jun Myeon.”

 

 

œMy Pervert Husband!

 

Lu Han telah membereskan semua barang-barangnya dari apartemen yang ia tinggali bersama Hyunjo selama hampir setengah tahun. Dia telah memasukkan semua baju-bajunya ke dalam koper dan membiarkan baju seragamnya tetap tinggal di dalam lemari.

Lu Han merasa semua tekanan emosional ini dapat membunuhnya.

Pemuda itu menatap tiket pesawatnya yang tergeletak di sudut meja. Lu Han memejamkan matanya dan membiarkan semua kesedihan ini mengambil alih kesadarannya.

Saat ini Lu Han hanya berpikir tentang hari-hari yang akan ia jalani tanpa Hyunjo dan bagaimana keadaan wanita itu tanpa dirinya.  Semua ini jauh lebih rumit dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.

Lu Han bahkan tidak tahu apa yang akan ia lakukan setelah ia sampai di Beijing. Apakah ia harus mulai mencari sekolah baru dan mendaftarkan diri di Universitas seperti yang Hyunjo harapkan darinya selama ini?

Tidak. Lu Han tidak tahu.

Dia tidak bisa membayangkan apapun sekarang. Satu-satunya hal yang berada di pikirannya adalah bagaimana ia bisa menjalani hari demi hari tanpa eksistensi Hyunjo di sisinya.

Apakah ia harus kembali kehilangan seseorang yang ia cintai saat ini? Di saat Lu Han merasa bahwa hidupnya telah lengkap dan tidak akan mengharapkan apa pun lagi?

Lu Han menutup wajahnya dengan kedua tangan, membiarkan tangisan itu memenuhi penjuru apartemennya. Membiarkan dirinya terisak dan merasakan luka itu di setiap inci tubuhnya.

Satu-satunya hal yang ingin ia lakukan saat ini adalah menemui Hyunjo, memeluknya dengan erat dan mengatakan betapa pemuda itu mencintainya. Dan ketika saat itu tiba, Lu Han akan kembali berharap jika waktu dapat terhenti selamanya. Membiarkan dirinya memeluk Hyunjo selamanya, menjadikan wanita itu tetap sebagai miliknya apapun yang terjadi.

Lu Han menyadari bahwa dirinya tidaka kan bisa melakukan semua hal itu. Dia tidak akan pernah menemui wanita itu dan kata-katanya akan ditelan udara bisu. Segalanya hanya akan tersimpan sebagai kenangan.

Lu Han meraih selembar kertas dan mulai menulis. Dia berusaha sekuat tenaga mengumpulkan seluruh perasaannya yang telah hancur berkeping-keping demi mengucapkan salam perpisahal dalam selembar kertas.

Ini yang terakhir kalinya.

Dan Lu Han harusnya merasa cukup bersyukur bahwa Tuhan pernah memberikan Hyunjo di dalam hidupnya.

 

Kau tahu apa yang lebih buruk dari seorang bajingan?

Dan kau tahu apa yang lebih buruk dari sebuah penyesalan?

Saat kau menemukan surat ini, mungkin aku akan berdiri di sudut lain dunia ini. Menatapmu dari sisi yang berbeda.

Aku tahu kau mungkin akan menganggapku sebagai pria brengsek yang tidak beradab.

Aku tahu kau mungkin tidak akan pernah memaafkanku.

Dan aku tidak akan menuntut untuk hal apapun setelah semua ini berakhir.

Karena aku mengetahui hal itu dengan baik.

Aku hanya ingin kau tahu bahwa hingga detik ini aku sangat mencintaimu dan aku tidak tahu hal apa lagi yang lebih berharga di hidupku selain dirimu.

Sebagai seorang bajingan yang telah menghabiskan sebahagian hidupnya di dalam lubang hitam, aku merasa bersyukur bahwa kau pernah berdiri di sisiku.

Aku mungkin tida pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk menghabiskan sisa hidupku bersamamu.

Dan aku berterimakasih untuk segalanya yang telah kau lakukan untukku.

Terimakasih karena kau telah membuat hidupku lebih berarti.

Park Hyunjo…

Terimakasih karena kau telah hidup dan ada untukku.

 

 

œMy Pervert Husband!

 

“A-apa maksudmu, Im Jae Boom-ssi?”

Jae Boom meraih bahu Hyunjo, mencengkeramnya dengan erat.

“Kau dan Lu Han, kalian telah menikah,”

Hyunjo bungkam. Dia bahkan tidak bisa berkata apapun untuk saat ini. Pemuda di hadapannya saat ini menatapnya tajam dan penuh intimidasi. Berusaha menusuk jauh ke dalam jiwanya.

“Dan aku yakin kau bahkan tidak menyadari hal buruk apa yang telah terjadi,”

Ada banyak hal yang terus berputar di dalam kepalanya dan itu membuat Hyunjo kebingungan. Di satu sisi, dia bisa meraskan ketakutan itu merayap di dadanya. Dia terlalu takut untuk bertanya tentang hal buruk yang sedang terjadi.

Dia tidak siap dengan semua kemungkinan itu.

Tapi semua orang tahu, Hyunjo harus menghadapi kemungkinan terburuk itu di hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan lain, selain mengikuti skenario ini hingga batas yang tak dapat ditentukan.

“Pihak sekolah telah mengetahui hal ini,”

Im Jae Boom melepaskan cengkeramannya dari bahu Hyunjo, membiarkan wanita itu menatapnya dengan tatapan kosong.

“Dan Lu Han telah dikeluarkan dari sekolah ini,”

Hyunjo jatuh terduduk, menatap lantai di bawahnya dengan tatapan nanar. Air mata bergumul di pelupuk matanya.

Wanita itu menatap Jae Boom.

“Kau bilang dia apa?”

Air mata Hyunjo menetes, membasahi wajahnya dan jatuh berserakan di lantai.

 

TBC

extra quotes: 

tumblr_nu8n0i9lTT1uwr3bwo1_500

Advertisements

147 thoughts on “My Pervert Husband Chapter 18 A – JiYoo19 (D.OneDeer19)

  1. omg jiyooo ini mph pas kapan comeback nya?T.T asli 2taun lalu gue terahir baca ff ini aaa ampe lumutan gue nunggu/ok ini lebay/
    aduh chapter ini knp melow tapi ttp greget aaa pls luhan knp pergi:”’ pokonya tulisan lo tuh selalu perfecto lah. lanjutannya pls para pembaca setia lo ttp akan nunggu kok~~ cemangat trs:*

    Like

  2. Akhirnya di lanjut setelah sekian lama menunggu 😊 .. gila part ini sedih banget. Duh gak sabar gmna reaksi hyunjoo pas tau klo luhan udh pergi jauh trus pengen tau stlh itu apa yg akan trjd sama mereka ber2 .. apa mereka bakal ketemu lg bbrpa tahun kemudian atau jLN masing2 … next next thornim. Aku selalu setia nunggu ff ini mskipun 1 tahun ☺

    Like

  3. Iseng mampir kesini ternyata ada update MPH baru senangnya makasih udah update ka 🙂
    Kesel banget sama jun myeon dasar PHO wkwk mendadak melow baca surat Luhan 😦 semoga ceritanya terus berlanjut ya ka, berharap Luhan-Hyunjo bakal terus hidup bersama dan Happy Ending 😉

    Like

  4. Coba” buka ehh ternyata uda ada update-an MPH, bahagia bgt rasanya 😄

    Btw gmn nasib hyunjo dan luhan? Apa mereka harus pisah? Kasihan bgt sih mereka😢

    Ditunggu next nya yaa thor..

    Like

  5. Wow bnget ne konflik .. Hem.. Aq suka .. Lma bnget udh nunggunya ne ff kpan d lnjut .. Akhirnya .. 🙂
    Next d tnggu author ..
    Penasaran gmana nasib Luhan n Hyunjo .. 😦

    Like

  6. Authoorr~
    Ini ff lama kenapa baru update??? mana short bgt lagi, huhuhu…
    Tapi wlpn short cukup lah buat ngebaper 😂
    Lanjuutt gpl thor 😁

    Like

  7. Haaaaahh… Akhirnya update.. Seneng banget setelah lama menunggu.. Makasih unni.. Seperti biasa tulisan unni selalu enak dibaca.. Dan di eps ini.. Ukhhh.. Mulai runyam.. Aku makin penasaran gimana akhirnya..

    Like

  8. Sumpah kangen banget sama ff ini tp pas baca part ini langsung mewek dari baca huruf paling awal:( apa mksudnya jaebom klw sekolah udah tau mereka menikah ? Trus apa gunanya luhan mengikuti permainan junmyeon ? Trus luhan sama hyunjo gimana? Trus klw hyunjo tau luhan ninggalin dia dngan kondisi kya gitu ya ampun mereka gimana 😦

    Like

  9. Kangeeen…. bnget sama ff ini udah lama bnget ya gak sih…
    Jd luhan uda mau pergi? Gmana dong sama hyunjo, semoga semuanya baik baik aja
    keep writing ya^^

    Like

  10. sbenarnya aq dari dulu soch d rekomendasi baca ff ini tapi pas d buka gk bisa d protek.. mlah bacanya dari chapter ini.. ya gk ngerti sich…karna sudah baca nya aq gk pa2 donk nyampah d sini.. slamat knal

    Like

  11. aaaa aku pnsaran bnget dg ni crta? maaf thor, akunya pndtang bru soalnya. pngen tau Cerita dri awal tpi diprotect..huhuhu
    luhan knpa hrus ninggalin hyunjo sih? aaa…

    Like

  12. kangen banget sama ini ff ;-; tadi pas kepikiran blog ini aku stalker then what?? udah dilanjut :’) aku bahkan sampe lupa terakhir aku baca chap berapa -_- but thanks thor udah lanjutin ini ff :’) kangen sama Luhan yaampun ;-; asdfghjkl
    ga keduga~ lanjut thor penasaran sama kehidupan hyunjo tanpa luhan dan luhan tanpa hyunjo…
    biasanya di ff junmyeon selalu jadi tokoh baik tapi sekarang junmyeon berbeda dengan yang lain wkwk
    kasian hyunjo yaampun gara gara video itu kalau ga salah ya ><
    semoga mereka ga bener bener pisah </ ga rela T.T

    Liked by 1 person

  13. Nemu rekomen ff ini udah lama. Sayang ga dibuka” ff nya, pengen bgt baca. Hari ini baru nemu ada yg bisa dibuka, tetep penasaran awalnya. Cepet dbuka ya^^

    Like

  14. kangen banget sama FF ini…. Penasaran sama kelanjutan hubungannya Luhan-Hyunjo. Mereka berdua ga beneran pisah kan? Luhan cuma pergi aja kan? ahhh penasarannnnn…. Next Chapternya ditunggu.

    Like

  15. hye.. aku reader baru.. salam kenal..
    baru baca part ini kayaknya seru. mau baca dari chap 1 tapi linknya gak bisa dibuka. apa chap 1 masih ada??

    Like

  16. Astaga ak bru baca lanjutannya T_T*nyesel sendiri*
    Biarpun udh lma gk keluar, tpi tulisan kakak masih tetap keren, tetep bagus, tetep buat ak greget bcanya(?) :”
    Lu Han.. Kasian… Tidaak!*apaini*
    Waiting for the next chapter, fighting kak!!

    Like

  17. Udah lama banget bru ada kelanjutannya, dulu aku sering bolak balik bacanya sampe hapal sebagian kata2nya.😁
    Lanjut terus kak jiyoo.

    Like

  18. Wah… aku lama banget nungguin ff ini…. author makasih udh dilanjut…aku suka ff ini tapi aku lupa plotnya kayak apa… 😦 part awal-awalnya diprotect ya?? Aku nggak bisa baca lagi dr awal…

    Like

  19. Setahun lebih ngikutin ff ini en msh blm update k chapter 18 B???
    Aq ngikutin dr chapter 1…kdg ada yg di protect kdg engga…klo di protect aq kdg ga ngerti kelanjutannya…cm terlanjur jatuh hati sm ceritanya, aq sambung2in aja crt nya biar kagak ngarti juga…hahaha

    Like

  20. dari pertama ff ini publish saat itu kayaknya 2013, tapi sempet berhenti karna ga tau pass nya dan belum tau cara komen disini.. tapi ff ini bagus banget. pas ketemu ff ini lagi jadi pengen lanjutin ceritanya, sayangnya di pass…

    Like

  21. setelah bertahun2 lamanya …. saya baru baca yg bagian ini 😭😭 ya ampun thor sedih sekali . knp luhan pergi kek gt 😭😭 , kasian cewenya . thor next nya di tunggu ya , ceritanya author nih bagus soalnya

    Like

  22. Hay author aku readers baru
    Pengen baca dari awal tapi pake password, boleh minta ga pwnya??
    Ntar aku comment dehh dari awal
    Kalo bacanya dari chap 20 nggak ngerti thor.. Ya please mnta pwnya 🙂

    Like

  23. Aku kasian banget sama lujo;( sedih aku baca nya lah memang kenapa kl mereka udah nikah yg terpenting khan lujo bisa jaga sikap lagian lujo khan ghak berbuat yg macam macam;( haiiii kak aku reader baru , salam kenal , kak aku pengen baca dari part 1 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s